新闻是有分量的

5 hal tentang Skema Inovasi Rantai Nilai di sektor agro

发布时间2016年5月23日下午7:31
2016年6月3日下午12:19更新

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Franky O. Widjaja dari PISAgro melihat skema inovasi rantai agro,pada 23 Mei 2016. Foto dok

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Franky O. Widjaja dari PISAgro melihat skema inovasi rantai agro,pada 23 Mei 2016. Foto dok


雅加达,印度尼西亚 - Hingga empat tahun mendatang,satu juta petani dari berbagai komoditas sektor agro di seluruh Indonesia akan menjadi sasaran penerima manfaat dari Skema Inovasi Rantai Nilai yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani。 节目ini dijalankan oleh PISAgro,yang didirikan oleh Kamar Dagang Indonesia(Kadin)。

Wakil Presiden Jusuf“JK”Kalla ketika membuka acara印度尼西亚可持续农业伙伴关系(PISAgro),dengan judul“Inovasi Rantai Nilai Sektor Agro Dalam Mendukung Implementasi Financial Inclussion Untuk Petani”,mengatakan bahwa petani maupun pekebun sebaiknya memiliki tabungan untuk peremajaan lahan,pada Senin ,23梅。

Nyatanya tidak。 Karena itu Wapres JK menyambut白痴skema yang dijalankan PISAgro itu。

Seperti apa program yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani ini dijalankan?

1.节目ini adalah kemitraan terpadu yang diusung oleh pemerintah印度尼西亚dan Kadin yang difasilitasi pelaksanaannya oleh PISAgro,dan telah berhasil menjangkau lebih dari 445.000 petani pada 2016,dengan luas area mencapai lebih dari 350.000 hektar。

2. Skema Inovasi Rantai Nilai bagi sektor agro merupakan Kredit Usaha Rakyat(KUR)Plus,sebuah skema kredit untuk petani dengan manfaat tambahan seperti pemberian biaya hidup selama masa tunggu panen。 Dari tingkat partisipasi petani pada 2015,节目ini menjangkau 83.000 petani dan total lahan mencapai 67.000 hektar。

3.程序ini juga memberi dukungan infrastruktur perkebunan,penyediaan bibit dan pupuk berkualitas,pendampingan dan disiplin implementasi praktek budidaya yang baik juga akses terhadap perbankan dan edukasi literasi keuangan,pemberdayaan petani melalui koperasi serta bantuan pengurusan sertifikasi manajemen lingkungan( sustainability )。

4. Uji coba implementasi 金融包容 telah berhasil dilakukan di komoditas jagung,kelapa sawit,dan kopi,yang kemudian diikuti oleh kakao dan komoditas lain seperti padi,kedelai,kentang,hortikultura,dan karet。

Proyek-proyek uji coba ini telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani rata-rata 25 persen,tergantung dari komoditas dan petani yang mengikuti program ini。

5. PISAgro merupakan wadah kemitraan antara pemerintah Indonesia,sektor industri,dan publik yang bertujuan untuk mendukung pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan sebagai bagian dalam pembangunan ketahanan pangan di Indonesia。

PISAgro dicetuskan pada pertemuan世界经济论坛东亚迪雅加达pada Juni 2011 dan dan resmi beroperasi pada 2012. Kemitraan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Perekonomian,Kementerian Pertanian,dan Kementerian Perdangangan

Rosan Roeslani,Ketua Kadin,mengatakan,“Petani swadaya memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia,tetapi menemui banyak kendala dalam mempertahankan apalagi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka。”

Franky O. Widjaja,Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis,Pangan&Kehutanan。 dan共同主席PISAgro,mengatakan,“Banyak petani yang membutuhkan akses pada inovasi pembiayaan berbentuk kredit dengan suku bunga terjangkau untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka。

“Komunitas keuangan memiliki peran yang sangat penting dan kita mengharapkan kolaborasi yang lebih besar dari perbankan,asuransi dan institusi lainnya untuk membantu petani mengatasi kebutuhan pembiayaan mereka。 Bila petani sejahtera,印度尼西亚juga sejahtera。“

PISAgro dan Kadin bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia(ISEI)untuk membantu memformulasikan rencana aksi terobosan dan sinergi antar lembaga serta pemangku kepentingan untuk membantu para petani memperoleh lebih banyak manfaat dari Skema Inovasi Rantai Nilai。

Muliaman D. Hadad,Ketua Umum ISEI mengatakan,“Skema inovasi rantai nilai ini sangat baik bagi petani,karena mencakup mulai dari produksi hingga konsumen( end to end )。 Kendala yang dihadapi petani selama ini adalah akses pembiayaan,kualitas bibit dan pupuk serta pembeli akhir dengan harga wajar。“ - Rappler.com